Wednesday 26 December 2012

MENGATUR LANGKAH MENUJU KE HADRAT MU

           Baberapa tahun yang berlalu, ketika itu aku termenung seketika setelah selesai menunaikan kewajipan Solat fardu subuh, mengingatkan usia ku ketika itu hampir  50 an. Di pagi itu entah mengapa hati dan mindaku ingin sangat rasanya untuk mendapat kepastian dari ILLAHI. Di sudut hatiku terselit satu pertanyaan,masih lama lagi ke AKU diberi peluang melayani kerenah  kehidupan DUNIA ini yang penuh dengan fantasi peperangan dan pertumpahan darah sana sini serta penuh tipu daya keangkuhannya. Walaupun aku sedar dan yakin kewujudan aku di dunia ini datangnya dari ALLAH dan akan kembali bertemu ALLAH di akhirat, namun apakah aku mampu menjalani kehidupan di dunia ini dan kembali semula ke akhirat mengikut jalan yang betul dan benar sebagaimana aku dilahirkan ke dunia ini dengan kehendak dan perintahNya.

            Ingatan masih segar dalam hati dan mindaku tentang kehendak dan perintah ENGKAU,  ya Allah : QS: Az-Zariyat : ayat 56   FirmanNya:


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Mafhumnya :
                    Dan tidaklah Aku ( Allah ) menciptakan golongan Jin dan Manusia itu
                    kecuali untuk menyembah Ku.

Apabila aku muhasabah kembali Perintah dan Kehendah Allah swt itu, tanpa disedari pipiku dibasahi dengan linangan cucuran air mata memikirkan tentang diri ku ini. Apakah aku ini insan yang sentiasa akur dan patuhi segala kehendak dan perintahNya, apakah aku ini seorang insan yang sentiasa bersyukur di atas segala nikmat kurniaanNya, apakah aku ini insan yang tahu cara dan jalan kembali yang betul lagi benar kepadaNya ???. Ketika dan saat itu pipiku sekali lagi dibasahi linangan air mata, sedu dan syahdu serta tanggisan tak dapat dihalang lagi lantaran  merenung dalam ke lubuk jiwa dan hatiku yang bertaut dijasad diriku yang lemah dan serba kekurangan ini. Lantas dengan penuh KEYAKINAN aku mengangkat dan menadah seluas tangan berdoa kepada MU, Tuhan sekelian alam dan makhluk ini agar diteguhkan hati dengan KEIMANAN beserta Istiqammah menuju ke HadratMU di bawah bimbingan MU dengan kurniaan ilmu MU biar pun sedikit untuk hamba MU ini.

              Al hamdulillah setelah selesai ku panjatkan  doa itu ke Hadrat mu, telah mula ku rasai ketenangan yang menyelusupi kalbuku. Bersama ketenangan ini menjadi pendorong kuat betapa perlunya diri ini sentiasa bersama dan mendampingi ENGKAU di mana jua, lebih-lebih lagi diusiaku mewati 50 an kini.Walaupun usiaku dipenghujung, namun aku berjanji pada diriku untuk bangkit bersama HADRAT ENGKAU  untuk mengharungi sisa-sisa kehidupan DUNIA ini dengan penuh sedar dan insaf untuk menjadi seorang HAMBA sentiasa menuju kepangkuan ENGKAU, InsyaAllah. Ya Allah aku sangat yakin firmanMu : QS; Baqarrah : ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Mafhumnya :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
                 
         Ya Allah melalui firmanMu itu bertambah lagi keyakinan dan keimanan ku bahawa  DUNIA ini sesungguhnya tempat @ medan permusuhan sesama manusia, lebih-lebih lagi permusuhan manusia terhadap sebenar-benar SYAITAN dan IBLIS mahu pun yang bertopengkan bentuk dan rupa manusia.  Tidak dinamakan DUNIA sekiranya tidak wujud permusuhan,peperangan , tipudaya, pertumpahan darah dan sebagainya. Sememangnya DUNIA  anak kelahiran SYAITAN dan Syaitan tidak akan melahirkan anak yang baik kecuali kejahatan. Walaupun terdapat sedikit kebaikan dan keamanan di sudut kecil perut dunia anggaplah ia sebagai sekecil hadiah dari ALLAH dalam bentuk KURNIAAN ALLAH swt kepada hamba-hambaNya yang Solleh dan Taqwa. Dunia sebenarnya tidak cukup luas ruangnya untuk Allah membalas ganjaran pahala dan kebaikan kepada MUKMIN, SOLLEH dan TAQWA hanya ruang AKHIRAT sebagai tempatnya. ( Petikan dari kitab AL-HIKAM, jilid 3 hal. baca seterusnya )

Kaidah mendapat Lailatul Qadar Menurut Imam Ghazali


Pada dasarnya Rasulullah Muhammad SAW banyak beribadah Qiyamu Ramadhan dan menganjurkan mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan yang pada sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh tengahnya adalah ampunan dan sepuluh akhirnya adalah bebas dari neraka. Walau pun hakikatnya tidak ada yang mengetahui secara pasti bila terjadinya Lailatul Qadar, kecuali Allah SWT.
Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya:
تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)
Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah Radhiyallahu anha, ia berkata:

“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” Demikian menurut lafadz Al-Bukhari.
Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَجْتَهِدُ فِيْ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ )) رواه مسلم
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.”
Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah Radhiyallahu Anha:
“Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau.”
Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (HR. Al-Bukhari dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)
Dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut. Beberapa shahabat Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. Maka
Rasulullah bersabda:
أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ
“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
Dalam riwayat Muslim dengan lafazh:
الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang berbaki dari bulan Ramadhan. ” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:
لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ
“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, dalam Shahih Sunan Abi Dawud. Sahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu menegaskan:

Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)
Dengan demikian dapat diberi kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadan, terutama pada malam tanggal ganjil.
Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:
(( أَنَّهُ r قَامَ بِهِمْ لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ، وَخَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ، وَسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ، وَذَكَرَ أَنَّهُ دَعَا أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ خَاصَّةً ))
“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak shalat keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27).”
Para ulama kemudian berusaha meneliti pengalaman mereka dalam menemukan lailatul qadar, dan di antara ulama yang tegas mengatakan bahwa ada kaidah atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid Al-Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam Abu Hasan as Syadzili. Bahkan dinyatakan dalam sebuah tafsir surat al-Qadr, bahwa Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan menyesuai dengan kaidah ini.
Menurut Imam Al Ghazali Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar boleh dilihat dari permulaan atau malam pertama bulan Ramadan :
1. Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadan
2. Jika malam pertama jatuh pada Isnin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadan.
3. Jika malam pertama jatuh pada Khamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan
4. Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan
5. Jika malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan.
Menyetujui kaidah ini, bererti malam Lailatul Qadar jatuh pada malam Ahad, 11 Ogos 2012 atau malam 23 Ramadan 1433 H, karena awal Ramadan adalah malam Sabtu, 20 Julai 2012.
Kaedah ini tercatat dalam kitab-kitab para ulama termasuk dalam kitab-kitab fiqh Syafi’iyyah. Ini terbukti dari kebiasaan para tokoh ulama’ yang telah menemui Lailatul Qadar. Formula ini diceritakan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin; juga terdapat dalam kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188; Tafsir Shawi; kitab I’anah at-Thalibin II/257; Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam Kitabnya Hasyiah ‘Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz I halaman 304; as Sayyid al Bakri dalam Kitabnya I’anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258; juga kitab Mathla`ul Badrain karangan Syaikh Muhammad bin Ismail Daud al-Fathoni.

Benarkah sistem Khalifah akan naik semula memerintah seluruh dunia?


Dari Nukman bin Basyir katanya,“Suatu ketika kami sedang duduk-duduk di Masjid Nabawi SAW dan Basyir itu adalah seorang yang tidak banyak cakap. Datanglah Abu Saklabah lalu berkata, “Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadits Rasulullah SAW tentang para pemerintah?” Huzaifah RA lalu segera menjawab, “Aku hafaz akan khutbah baginda SAW itu.” Maka duduklah Abu Saklabah Al-Khusyna (untuk mendengarkan hadits berkenaan). Maka kata Huzaifah RA, Nabi SAW telah bersabda,“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu. Maka berlakulah zaman itu seperti yang Dia kehendaki, kemudian Allah pun mengangkat zaman itu separti yang Dia kehendaki”.
Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan yang berjalan menurut cara Zaman Kenabian.
Maka berlakulah zaman itu separti yang dikehendaki oleh Allah ia berlaku. Kemudian diangkat-Nya apabila Dia berkehendak mengangkatnya.
Kemudian berlakulah pula Zaman Pemerintahan Yang Menggigit(Fitnah). Maka berlakulah zaman itu separti yang dikehendaki oleh Allah berlakunya. Kemudian Dia mengangkatnya separti yang Dia kehendaki mengangkatnya.
Kemudian berlakulah Zaman Pemerintah Yang Zalim (Diktator). Maka berlakulah zaman itu separti yang Allah kehendaki ia berlaku. Kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia mau mengangkatnya.
Kemudian berlakulah pula Zaman Kekhalifahan yang berlaku menurut cara Zaman Kenabian.”
Kata Huzaifah RA, “Kemudian baginda SAW diam.”
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273. Juga terdapat di dalam Kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1, hadits nombor 5).
Daripada Jabir bin Majid As-Sadafi RA, katanya Rasulullah SAW bersabda,
“Selepasku, akan berlaku zaman kekhalifahan. Selepas itu berlaku pula zaman Amir-amir.Selepas itu berlaku pula zaman Raja-raja dan selepas raja-raja, zaman diktator. Kemudian,seorang lelaki dari ahli keluargaku akan datang (memerintah) dan memenuhkan dunia ini dengan keadilan separti sebelumnya yang dipenuhi dengan kekejaman. Kemudian, naik memerintah selepasnya Al-Qahtani, dan demi Zat yang mengantarku dengan kebenaran, dia tidaklah jauhberbeda daripada al-Mahdi.” (At-Tabrani, Ibnu Mandah, Abu Nuaim & Ibnu Asakir)
Kedua-dua buah hadits di atas menyebutkan umat Islam sejak dari masa hayatnya baginda SAW lagi hinggalah ke hari kiamat, akan melalui LIMA ZAMAN (5) pemerintahan. Walaupun istilahnya
ada sedikit berbeda, maksudnya sama saja dan urutan zamannya juga sama. Kelima-lima zaman yang dimaksudkan itu berserta uraian ringkas bagi setiap zaman itu adalah:
1. Zaman Kenabian, yaitu zaman umat Islam diperintah oleh pembawa ajaran Islam itu sendiri, Nabi Muhammad SAW. Itulah zaman kemuncak bagi segala zaman pemerintahan,zaman contoh, zaman terbaik di antara segala zaman, sejak dari Nabi Adam AS hinggalah ke hari ini. Zaman ini telahpun berlaku dan telah juga berlalu, yaitu dengan wafatnya baginda SAW pada tahun 10 Hijrah. Dalam hadits kedua, zaman ini disebutkan sebagai selepasku saja, yaitu ringkasan daripada Zaman Kenabian.
2. Zaman Kekhalifahan, yaitu pemerintahan yang berjalan berdasarkan Zaman Kenabian.Pemerintahannya adalah berpandukan benar-benar kepada wahyu Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Zaman ini dipanggil Zaman Khulafa ur-Rasyidin, khalifah yang mendapat petunjuk. Mereka adalah Khalifah Abu Bakar As-Siddiq RA, Umar bin Al-Khattab RA, Osman bin Affan RA dan Ali bin Abi Talib KMW. Sebahagian ulama turut memasukkan zaman pemerintahan Sayidina al-Hasan bin Ali RA yang singkat itu (6 bulan) ke dalam Khulafa ur-Rasyidin. Itulah dia 30 tahun yang dimaksudkan oleh baginda SAW dalam haditsnya yang berbunyi (terjemahan) kira-kira:
“Kekhalifahan akan berlaku ke atas umatku selama 30 tahun. Selepas itu, berlaku pula zaman amir-amir.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tarmizi dan lain-lain. Hadits yang kedua juga
menyebutkan Zaman Kekhalifahan. Zaman ini telah berlaku menurut catatan sejarah dan telah juga berlalu daripada kita.
3. Zaman Pemerintahan Yang Menggigit (Fitnah), yaitu zaman yang bermula sejak turunnya Sayidina Hasan bin Ali RA sehinggalah berakhir pada tahun 1924M. Ini termasuklah zaman Umaiyah, Abbasiah, Mameluk, Fatimiyah, Moghul, Seljuk, Ayubiah, sehinggalah ke saat jatuhnya kerajaan Osmaniah, Turki pada tahun 1924. Zaman ini termasuklah semua wilayah yang diperintah oleh pemerintah Islam, yang memakai bermacam-macam gelaran itu separti Amir, Khalifah, Sultan, Raja dan sebagainya. Namun terdapat beberapa orang pemerintah yang patut dikecualikan, karena adil pemerintahan mereka. Antaranya yang lazim kita kenal ialah Umar bin Abdul Aziz, Abdullah bin az-Zubair, Muhammad al-Fateh dan Salahuddin Al-Ayubi. Dalam hadits yang kedua, zaman
pemerintahan ini lebih diperincikan sehingga dibahagi kepada dua, disebutkan sebagai Zaman Amir-amir dan Zaman Raja-raja. Maknanya, Zaman Amir-amir itu berlaku lebih dahulu, kemudian barulah diikuti oleh Zaman Raja-raja, untuk menunjukkan lebih-lebih lagi zalimnya daripada zaman sebelumnya. Zaman ini juga telah berlaku dan kini hanya menjadi bahan sejarah bagi pengkaji sejarah, dan juga telah berlalu daripada kita, separti urutan yang ditetapkan.
4. Zaman Diktator, yaitu zaman pemerintahan yang bermula sejak jatuhnya Kerajaan Osmaniah dan berlangsung hingga kini. Pada zaman ini, seperti yang diisyaratkan, raja-raja sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah para pemimpin yang digelar Presiden atau Perdana Menteri. Kedua-duanya adalah sistem diktator, separti yang telah diisyaratkan oleh kedua-dua buah hadits di atas. Jika ada pun raja-raja, sudah tidak mempunyai kuasa penuh lagi separti zaman-zaman sebelumnya. Zaman ini termasuklah semua pemerintah yang menguasai dunia Islam, sama ada yang menggunakan sistem imperial (beraja), berorientasikan parti-parti politik (Perdana Menteri), pemerintahan rakyat, sosialis atau republik (Presiden). Semuanya tidak berpandukan kepada sistem Islam yang sejati, tepat separti apa yang kita alami hari ini.Zaman diktator ini sedang berlangsung dan insya-Allah akan diangkat oleh-Nya tidak lama lagi. Berdoalah banyak-banyak agar zaman ini segera Dia angkatkan daripada kita.
5. Zaman Kekhalifahan, yang pemerintahannya sama dengan pemerintahan zaman Khulafa ur-Rasyidin dan Zaman Kenabian. Zaman ini belum lagi berlaku, dan insya-Allah akan berlaku, karena telah disebut dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW, Sodiqul Masduq.Untuk menghadapi zaman ini, kita umat Islam perlulah bersedia dan bersungguh-sungguh menghadapi kedatangannya, yang tidak perlu diragui lagi itu. Antara caranya ialah dengan mengamalkan sungguh-sungguh cara hidup Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita, dan menurut jejak para Salafus Soleh. Untuk membina kejayaan separti zaman dahulu, kita mestilah mengikut apa yang umat zaman dahulu (Zaman Rasulullah SAW) lakukan –peningkatan dalaman. Para pengamal ajaran Islam akan menjadighurabak (orang asing), seperti yang berlaku kepada generasi awal Islam dahulu. Melalui para ghurabak inilah Allah turunkan pertolongan-Nya sehingga naik Imam Mahdi memerintah seluruh umat Islam di
seluruh dunia. Penurunan seorang khalifah oleh Allah SWT kepada umat Islam merupakan satu nikmat yang amat besar, separti firman-Nya yang terjemahannya kira-kira begini,
“Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah ke atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi dari kalangan kamu dan dijadikan-Nya kamu raja-raja.”
(Al-Maidah : 20)
Bagaimanakah Cara Sebenar Islam Naik Semula?
Setiap orang yang mengaku beragama Islam, mau tidak mau pasti inginkan Islam memerintah negara ini khususnya, dan dunia ini amnya. Namun ramai yang masih tidak mengetahui bagaimanakah caranya Islam dapat naik semula untuk memerintah dunia ini. Masih ramai yang tertanya-tanya bagaimanakah caranya Islam boleh muncul sebagai kuasa baru dunia itu. Dan masih terlalu ramai yang tidak nampak apakah ada cara yang sesuai untuk Islam naik. Selain itu, masih ramai yang keliru dengan kaedah kemunculan semula Islam pada kali ini.Akibat daripada itu, ramailah yang mengikut-ikut saja cara yang sedia ada. Ramailah yang taklid buta dan yang mentaklidbutakan orang, sedangkan pada masa yang sama mereka sibuk mengajak orang ramai supaya jangan bertaklid buta, kononnya tidak akan maju sampai bila-bila.
Masing-masing masih tidak jelas apa itu pemerintahan Islam yang sebenar, dan jika dikatakan kepadanya bahwa Islam naik tidak melalui kaedah politik yang digunakan pada hari ini, tiba-tiba saja mereka akan garu kepala yang tidak gatal. Tidak kurang pula yang terus menolak tanpa berfikir lagi dan sebagainya. Setelah itu, timbul pula beberapa persoalan yang amat penting untuk dijawab dengan penuh saksama dan tepat menurut kehendak ajaran Islam yang tulen. Antara persoalan utama yang selalu diajukan jika diberitahu kepadanya bahwa Islam tidak naik melalui sistem yang sedia ada ialah, apakah kaedah itu adalah;
1. Kaedah politik Barat, yang menekankan penggunaan sepenuhnya sistem demokrasi yang diasaskan oleh Barat, sistem politik ala-Barat atau menggunakan gabungan antara sistem demokrasi yang disesuaikan dengan Islam ( ½ demokrasi dan ½ lagi Islam )?
2. Kaedah rampasan kuasa separti yang pernah digunakan di Pakistan, Afghanistan, Libya dan Iran? 3. Kaedah jihad terhadap yang berlainan agama separti mengebom gereja-gereja, menyerang
kuil-kuil dan membunuh pengikut-pengikut mereka separti oleh KMM, Al-Ma’unah, GAM dan MILF?
4. Kaedah cakna dan memperkasakan ilmu pengetahuan separti yang sering dilaung-laungkan oleh para sarjana dan cendekiawan Islam di hampir setiap puncak menara gading?
5. Kaedah penguasaan ekonomi separti yang dicanang dan dipraktikkan oleh para usahawan dan koperat Islam?
6. Kaedah penerapan nilai-nilai Islam yang menekankan penghayatan secara tebuk-tebuk separti yang pernah coba diterapkan ke dalam sistem pentadbiran dan perbankan kita suatu ketika dahulu?
7. Atau adakah cara lain lagi, selain daripada yang di atas, yang boleh digunakan untuk membolehkan Islam naik semula memerintah dunia ini? Jika ada, apakah nama cara itu? Siapa pengasasnya? Di mana tempatnya? Apakah orang itu sudah ada pada masa kita ini? Bagaimana fikrahnya? Bagaimana ilmunya? Apa nama partinya jika dia orang politik? Jika dia bukan orang politik, apakah nama gerakannya? Militankah dia?
Islam tidak akan dan tidak pernah berjaya jika dinaikkan menggunakan kaedah yang lain daripada kaedah Islam itu sendiri. Diumpamakan kita membasuh kain yang terkena tahi ayam dengan menggunakan arak. Itulah umpamanya orang yang cuba menegakkan Islam dengan menggunakan kaedah selain dari kaedah yang ada dalam Islam itu sendiri. Ada yang berkata, kita naik dahulu dengan cara Barat, dan selepas mendapat kuasa nanti, kita tukarlah sistem Barat itu dengan sistem Islam. Cara ini juga tidak betul karena apabila kita menggunakan kaedah yang selain dari Islam, pastilah hasilnya akan melencong pula dari yang disasarkan.
Kaedah rampasan kuasa tidak akan berjaya karena bukti-bukti sejarah yang terang jelas menunjukkan bahwa kaedah ini sentiasa gagal membawa keamanan kepada sesebuah negara itu, malah rakyat akan bertambah membenci kerajaan yang didirikan secara kekerasan dan rampasan kuasa. Kaedah jihad separti yang coba dilaksanakan oleh beberapa pihak sebenarnya bukanlah bentuk jihad yang dikehendaki oleh Islam. Ada banyak bentuk jihad yang lain yang lebih sesuai diterapkan kepada orang ramai, sama ada kepada yang beragama Islam sendiri, maupun kepada orang yang bukan Islam. Jihad dengan senjata bukanlah kaedah yang pertama dan utama yang patut kita gunakan.
Lagipun kaedah ini tidak pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits-hadits mengenai peristiwa akhir zaman. Kaedah cakna dan memperkasakan ilmu separti yang selalu disebut-sebut di hampir setiap forum dan seminar sebenarnya bukanlah kaedah yang terbaik untuk membangunkan Islam. Ilmu yang tidak disertakan tauhid, roh Islam dan amalan hati pasti akan gagal juga. Apatah lagi jika guru yang mengajar agama Islam itu adalah orang yang tidak tentu akidahnya, orangnya fasik ataupun orang kafir. Jika benar dengan memperkasakan ilmu-ilmu agama dapat membangunkan ummah, kenapa sehingga kini universiti masih gagal menunjukkan bahwa merekalah pelopor terhadap kebangkitan semula Islam di rantau sebelah sini? Setakat buku ini ditulis, tidak pernah lagi ada orang yang berkata bahwa kebangkitan semula Islam pada zaman ini di Timur ini, bermula di universiti, dibangkitkan oleh para pensyarahnya. Kaedah penguasaan ekonomi juga menunjukkan hasil yang hampir sama jika dilihat secara umum, menurut kaca mata orang ramai.
Kaedah penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem pentadbiran dan perbankan juga tidak menunjukkan bahwa kaedah ini mampu menjadi peneraju kebangkitan semula Islam pada zaman ini. Malah sebenarnya kaedah ini lebih banyak menghasilkan orang-orang yang berpura-pura dan bersikap berketrampilan (serba boleh). Maksudnya, orang itu akan mempermain-mainkan Islam sama ada secara sedar atau tidak. Misalnya mereka berpakaian biasa yang terdedah sana dan sini pada hari-hari biasa, manakala pada hari Jumaat, bertudung litup. Kemudian pada hari lain, buka semula separti biasa. Atau contoh lain ialah orang itu boleh menjadi imam sembahyang pada satu masa, manakala pada masa yang lain, dia juga mampu menjadi imam masa berjudi atau minum arak.
Memang persoalan separti ini pernah ditimbulkan oleh orang ramai. Pada hari ini, umat Islam sudah mula frust dan fed up terhadap sistem politik yang ada dan digunakan pada hari ini.Mereka bukan tidak maukan Islam itu naik, tetapi jemaah-jemaah yang kononnya mendukung perjuangan menegakkan sebuah negara Islam masih belum juga menampakkan sebarang persediaan untuk menyambut tugas yang maha besar itu. Mereka masih lagi sibuk dengan cara dahulu juga yaitu bertempik dengan penuh semangat sambil mencerca pihak lawan yang kononnya tidak maukan Islam, tidak nampak lagi usaha yang bersungguh-sungguh dari mereka, yang menjurus ke arah itu, sedangkan canangannya sudah begitu lama diuar-uarkan.
Sebenarnya memang benar bahwa Islam tidak naik dengan cara yang sedia ada pada hari ini,dan sekali-tidak tidak akan naik dengan cara itu. Islam ada sistemnya sendiri yang amat jauh berbeda aripada sistem-sistem yang sedia ada, baik pada hari ini maupun pada masa lalu. Kaedah yang kita amalkan pada hari ini bukanlah kaedah Islam atau kaedah yang sesuai dengan Islam.
Untuk memudahkan pemahaman tentang masalah ini, berikut diperturunkan beberapa ciri khusus yang perlu diperhatikan masa menilai seseorang itu, sama ada layak kita jadikan pemimpin Islam kita atau tidak. Jika tidak ada, maka tidak layaklah dia memperkatakan negara Islam, apatah lagi mau memerintahnya.
1. Mula-mula sekali Allah SWT turunkan pemimpin berkenaan. Ini adalah perlu karena pada diri pemimpin berkenaanlah Allah wakilkan pentadbiran-Nya untuk menguruskan sekalian manusia. Hanya dengan orang yang telah Allah SWT sendiri pilih secara khusus untuk menjadi wakil-Nya mentadbir manusia, barulah Islam akan turut sama naik, bersama-sama dengan naiknya pemimpin berkenaan sebagai pemerintah manusia. Hal ini tidaklah perlu diherankan sangat, atau dipartikaikan lagi, karena contohnya sudah amat jelas. Contohnya Rasulullah SAW dilantik sebagai pemimpin manusia melalui firman-Nya:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekaliannya.” (Al-Aa’raf : 158)
Orang yang menjadi rasul adalah juga pemimpin bagi umatnya, karena salah satu tugas rasul itu adalah memimpin umatnya melaksanakan syariat Allah, dan sekali gus menjadi ketua bagi umat masing-masing. Begitu juga dengan Bani Israel yang Allah datangkan Talut sebagai pemimpin mereka. Ini ditegaskan dalam firman-Nya yang bermaksud, “Dan nabi mereka (Nabi Samuel AS) berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkatuntuk kamu semua Talut sebagai raja…” (Al-Baqarah : 247)
Begitu juga masa Allah SWT melantik Nabi Musa AS sebagai pemimpin mereka, separti firman-Nya yang bermaksud,“Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepada kamu semua ketika Dia melantik di kalangan kamu nabi-nabi dan dijadikannya kamu raja-raja.” (Al-Maidah : 20)
Orang itu dan kepemimpinannya mestilah bertaraf Khalifah. Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang bermaksud, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di atas muka bumi…” (Al-Baqarah : 30)
2. Disesuaikan dengan zaman munculnya. Pemimpin separti ini tidak diturunkan secara semberono saja, malah ditentukan pada setiap zaman, bentuk-bentuk kepemimpinan yang perlu dilakukannya. Misalnya untuk zaman ini, pemimpin itu mestilah berusaha menghidupkan kembali sistem pemerintahan Islam sepusat (Centralized Islamic World) yang negara-negara Islam lain tumpang bernaung di bawahnya dan dia juga berusaha menghidupkan kembali sistem khalifah. Pemimpin itu perlu berjuang ke arah ini pada zaman ini karena sistem khalifah sudah lama dipadamkan dari dunia Islam oleh kuasa-kuasa Barat. Kalau pemimpin berkenaan hanya pandai berkokok tentang Islam di bawah tempurung saja, dan tidak pernah coba menghidupkan sistem khalifah separti dahulu, maknanya dia bukan pemimpin Islam sejati, malah dia adalah pemimpin yang mencari kepentingan peribadi. Kalau pemimpin itu tidak pernah berusaha membawa pentadbiran Islamnya keluar dari sempadan negaranya,maka dia juga bukanlah seorang pemimpin sejati yang ditunjuk oleh Allah untuk kita. Dia sebenarnya hanyalah seorang pemimpin biasa yang apabila tiba masanya, pasti akan turun juga dari pemerintahannya (sama ada secara sukarela atau terpaksa) untuk memberi laluan kepada pemimpin sejati itu naik memerintah.
3. Diberikan sifat-sifat khusus yang jauh berbeda daripada pemimpin lain untuk memudahkan orang ramai mengenalinya. Pada satu-satu masa, yakni pada setiap seratus tahun, hanya dia seorang saja yang diberikan sifat-sifat khusus begini, yang sebenarnya bukanlah suatu yang asing dalam Islam. Hanya dikarenakan umat Islam sudah terlalu lama tidak mengamalkannya atau melihat Islam secara realiti, maka apa yang dibawanya itu dilihat sebagai sesuatu yang baru. Itulah salah satu sifat utama seorang pemimpin yang ditunjuk oleh Allah, mampu membawa perubahan yang menyeluruh kepada seluruh umat, tanpa mengira sempadan negara dan bangsa. Apa yang dibawanya itu amat asing bagi, bukan saja orang orang kafir malah umat Islam sendiri, termasuk kalangan ulamanya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang bermaksud,
Islam itu permulaannya adalah asing, dan nanti akan kembali menjadi asing, separti permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR Muslim)
4. Dikhususkan ilmu, penghayatan dan kefahaman kepadanya yang bersesuaian dengan zaman itu. Ini amatlah penting karena dengan pemberian sifat-sifat khusus separti inilah mereka diberi kemampuan untuk membawa seluruh manusia kepada Allah, sedangkan sebelumnya mereka begitu hanyut dengan pelbagai bentuk keduniaan yang melalaikan. Dengan ilmu mereka yang sentiasa hidup itulah, umat Islam akan tertarik hatinya untuk kembali mengamalkan ajaran Islam, bertaubat dari perangai lamanya dan bertukar menjadi orang yang saleh. Ini tidak perlu diherankan karena Rasulullah SAW pernah berbuat demikian terhadap para sahabat baginda separti yang banyak diriwayatkan, baik di dalam buku-buku sejarah Islam maupun di dalam buku-buku sejarah umat Islam. Hal ini tidak akan Allah berikan kepada mana-mana pemimpin pun pada sesuatu zaman itu. Jika ciri-ciri ini ada pada seseorang, maka orang itulah pemimpin sejati kita, tidak akan ada dua atau tiganya lagi. Jika hendak terjumpa pun orang yang mempunyai ciri-ciri yang sama, kenalah tunggu hingga seratus tahun lagi. Itupun jika umur kita masih panjang atau dunia ini masih belum dikiamatkan lagi.
5. Pemimpin umat Islam adalah orang yang paling bertakwa di kalangan manusia. Mereka bukan saja orang Islam, malah dia beriman kepada Allah. Dia membesarkan sembahyang bagi dirinya dan memerintahkan pengikutnya membesarkan sama sembahyang. Allah SWT sangat dibesarkan, ditakuti dan dicintai melebihi dari segala-galanya. Segala ungkapan cinta dan asyik, tertuju khusus kepada Allah. Apabila pemimpinnya sendiri mencintai Allah, pastilah rakyatnya akan turut sama mencintai Allah. Sunnah Rasul SAW sangat dibesarkan dalam setiap aspek kehidupan sehingga perkara yang kecil-kecil pun dibesarkan sama, karena kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW terzahir dalam setiap tindak tanduk mereka. Semua ini sudah diterangkan oleh Allah SWT sendiri separti firman-Nya yang mafhumnya,
“Sesungguhnya pemimpin kamu adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang sentiasa mendirikan sembahyang, yang mengeluarkan zakat dan adalah mereka itu orang-orang yang rukuk.” (Al-Maidah : 55)
6. Ditentukan tempat munculnya. Rasulullah SAW sudah menjelaskan tempat munculnya pemimpin akhir zaman. Untuk akhir zaman ini, tempat munculnya juga sudah dijelaskan oleh Nabi SAW dengan menyatakan, yang maksudnya,
“Seorang lelaki dari anak cucu Al-Hasan akan datang dari arah Timur. Jika dia menghadap ke arah gunung, akan dipukulnya sampai rata, sehingga mereka berjaya melaluinya.”
Orang yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah Syuaib bin Saleh at-Tamimi, datang dari keturunan Sayidina Hasan bin Ali RA yaitu keturunan Ahlulbait dan tempat munculnya adalah di Timur. Timur yang dimaksudkan itu adalah di Asia Tenggara ini, yaitu kawasan tempat tinggal kita sekarang.
7. Ditentukan pengikut-pengikutnya. Pada zaman Rasulullah SAW, ditentukan bahwa pengikutpengikut baginda disebut sebagai Sahabat, ditentukan pula bahwa Allah SWT telah meredai mereka semuanya dengan firman-Nya yang bermaksud,
“Sesungguhnya Allah telah redha kepada orang-orang mukmin (para sahabat) masa mereka berbaiat kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, lalu Allahturunkan ketenangan ke atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang hampir.” (Al-Fath : 18)
Manakala untuk umat akhir zaman yaitu zaman kita ini, para pengikutnya juga adalah khusus separti yang pernah disebutkan oleh Sayidina Ali KMW,
“Apabila dia yang dari ahli keluarga Muhammad SAW keluar, Allah akan mempertemukan para pengikutnya dari Timur dan Barat dengannya, separti bertemunya awan-awan pada musim
luruh. Mereka adalah ar-Rufaqak, mereka datang daripada penduduk Kufah, dan Wali Abdal yang datang daripada penduduk Syam.” Selain mereka ini, ada sekumpulan lagi pengikut khususnya yang bilangannya lebih besar, yang merangkumi para Rufaqak itu tadi dan disebut sebagai Ikhwan. Ini dijelaskan oleh sabda Nabi SAW yang maksudnya,
Aku tersangat rindu kepada para Ikhwanku.” Maka bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah SAW, bukankah kami ini Ikhwanmu?” Rasulullah SAW menjawab, “Bukan,malah kamu adalah sahabatku. Sedangkan Ikhwanku adalah orang yang beriman dengankuwalaupun mereka tidak pernah melihatku.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim daripada Abu Hurairah RA dan Anas RA dengan matan yang sedikit berlainan).
Ikhwan inilah golongan yang memperkembangkan Islam pada akhir zaman, menggantikan para sahabat RA yang telah memperkembangkan Islam pada awal Islam dahulu. Mereka ini juga telah Allah redhai kepada mereka separti yang disebutkan oleh sebuah lagi hadits, riwayat Imam Muslim.Dari Nawas bin Sam’an RA, katanya, Suatu pagi Rasulullah SAW menyebutkan hal Dajjal.
“… (Haditsnya panjang… dipendekkan) … Isa AS mengejar Dajjal itu sampai ditemuinya di Bab Lud lalu dibunuhnya. Kemudian, suatu kaum (maksudnya para Ikhwan) yang dipelihara Allah daripada tipuan Dajjal, datang menemui Nabi Isa bin Maryam AS. Lalu dibarutnya muka mereka dan diceritakannya kepada mereka tingkat kediaman mereka di dalam syurga. Dalam keadaan demikian, ketika itu Allah mewahyukan kepada Isa AS: …” (HRMuslim)
8. Diuji dengan cabaran-cabaran khusus untuk memantapkannya. Cabaran dan dugaan ini cukup berat, sekira-kira tidak tertanggung oleh mana-mana pemimpin lain pun di dunia ini pada masa itu.
Ini adalah suatu yang amat perlu supaya beliau akan lebih bersih hatinya, lebih tahan menerima ujian, cukup sabar menghadapi cobaan, lebih bersedia menghadapi tugas dan cabaran lebih besar pada masa-masa hadapan, memantapkan hatinya, menghapuskan dosa dosa dan kesalahannya, dosa-dosa ahli dan jemaahnya dan lebih kuat imannya kepada Allah.
Ini sesuai dengan sebuah hadits yang terjemahannya berbunyi kira-kira begini, “…Kami Ahlulbait, telah Allah pilih akhirat kami lebih dari dunia kami. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur.
Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Sesiapa di antara kamu atau keturunan kamu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam
yang dari ahli keluargaku walau terpaksa merangkak di atas salji. Sungguh, mereka adalah pembawa Panji-panji yang mendapat hidayah…” (At-Tarmizi, Al-Hakim, Abu Daud)
9. Diuji dan ditapis pengikut-pengikutnya untuk menguji kekuatan iman dan keikhlasan hatinya. Hal ini amat perlu karena dengan melalui ujian dan tapisan demi tapisan itulah baru diketahui siapa
yang benar-benar ikhlas berjuang karena Allah, dan sesiapa yang banyak dosanya pasti tartinggal. Ingat, walau berapa ramai pun yang tartinggal, Pemuda Bani Tamim tetap bergerak ke hadapan dan langkahannya tetap laju mara menuju ke matlamat yang telah ditetapkan oleh Jadual Allah. Sesiapa yang mau mengikutnya perlulah bersabar dan tahan menerima ujian, biar seberat mana pun ujian yang terpaksa diterima itu. Jika Pemuda Bani Tamim terpaksa melalui tujuh tahap ujian berat separti di atas, maka pengikut-pengikutnya terpaksa juga menerima ketujuh-tujuh ujian itu, tidak dapat tidak. Cuma bedanya, setinggi mana pun ujian yang diterima oleh si pengikut, tetap tidak lebih berat daripada ujian yang ditanggung oleh Pemuda Bani Tamim itu sendiri. Beliau terpaksa menanggung segala ujian itu yang jauh lebih berat dan sukar daripada apa yang diterima oleh pengikutnya.
10. Dinaikkan secara yang tidak zalim. Bolehkah Islam ditegakkan setelah kerajaan yang sedia ada ditumbangkan secara zalim? Artinya, kita menegakkan keadilan dengan cara yang zalim?
Talut dinaikkan sebagai raja dengan cara yang tidak zalim. Dia tidak merampas kuasa dan tidak pula dengan melobi rakyat supaya menyokongnya. Kemunculannya adalah hasil doa dan rintihan rakyat dari kalangan Bani Israel kepada Allah. Nabi Musa AS juga menjadi pemerintah bagi Bani Israel secara semula jadi, tidak ada pengaruh-mempengaruhi dan tidak pernah pula menabur janji-janji manis kepada rakyat. Nabi Muhammad SAW juga tidak pernah menjadi pemimpin dengan menjatuhkan pemimpin Quraisy di Makkah, tidak pernah juga mempengaruhi penduduk Makkah supaya menyokong baginda, tidak pernah menabur janji-janji manis atau janji-janji politik, tidak juga melalui undi dan sokongan rakyat. Malah jauh sekali daripada mencerca peribadi-peribadi pemimpin Quraisy di kota Makkah itu biarpun mereka itu amat nyata kafirnya, malah sudah dimaktubkan kekafiran mereka di dalam Al-Quran. Setiap pemimpin yang zalim dijatuhkan oleh Allah karena mereka menentang rasul-rasul dan wali-wali Allah dan dalam konteks akhir zaman, pemerintah itu dijatuhkan karena mereka menentang pemimpin sejati akhir zaman. Mereka juga dijatuhkan oleh Allah karena dosa-dosa mereka sendiri yang sudah terlalu banyak dan karena terlalu zalim terhadapOrang-orang Allah, bukannya oleh kuasa rakyat atau melalui sistem demokrasi.
Allah SWT telah mengingatkan kita bahwa pemerintah (dan rakyat) yang zalim itu akan Dia binasakan karena kezaliman mereka pada waktu yang telah Dia tetapkan sendiri separti dalam
firman-Nya yang bermaksud kira-kira begini,
“Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan apabila mereka berbuat zalim, dan Kami jadikan bagi mereka itu kebinasaannya pada waktu yang telah dijanjikan.” (Al-Kahfi : 59)
Pemimpin akhir zaman juga tidak pernah melobi rakyat supaya menyokongnya. Sokongan rakyat kepadanya datang dengan sendiri, melalui hati yang sangat rapat dengan Allah.Sokongan rakyat adalah dengan melaksanakan setiap perintahnya dengan sepenuh taat, tidak berbuat jahat walaupun berada jauh daripada pemimpinnya itu atau tanpa pengetahuan pemimpinnya. Malah setelah pemimpinnya mati sekalipun, mereka tetap tidak akan berbuat jahat karena mereka taatkan pemerintah mereka tidak mengira sama ada pemimpin mereka itu ada di hadapan atau jauh ataupun setelah matinya. Itulah pemimpin sejati, pemimpin yang sentiasa berada di hati, bukan di jari.
11. Diangkat sebagai pemimpin pada masa yang bersesuaian. Lazimnya pada awal setiap kurun Hijrah.Ulama yang zahir bukan pada masanya yang tepat, tidak sekali-kali boleh dikatakan sebagai
mujaddid walaupun ilmunya sangat luas, jasanya sangat besar terhadap umat Islam,pemahamannya dikagumi, tulisan-tulisannya sangat banyak dan matinya pun sebagai seorang syahid. Seorang mujaddid mestilah zahir pada awal kurun Hijrah, bukan di tengah-tengah kurun. Ini sesuai dengan sabda Nabi SAW yang maksudnya,
“Sesungguhnya Allah akan membangkitkan pada awal setiap seratus tahun orang yang akan memperbaharui urusan agamanya.” (Abu Daud,At-Tabari, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Artinya, apabila tiba saja pada setiap awal kurun Hijrah, maka umat Islam mestilah menumpukan perhatian mereka untuk mencari siapakah dia pemimpin yang Allah utuskan untuk kurun berkenaan. Hal ini telah Allah wajibkan kepada kita, semua umat Islam, untuk mencarinya, mengisytiharkan nikmat ini ke seluruh dunia dan kemudian bersama-sama melantiknya sebagai pemimpin seluruh umat Islam, tanpa mengira sempadan mazhab,pendidikan, geografi atau sebagainya lagi. Hanya dengan inilah saja caranya Islam akan menjadi tinggi dan nasib umat Islam akan terbela sepenuhnya daripada segala macam kesukaran dan penderitaan yang sedang kita tanggung pada hari ini. Nasib kita di akhirat sana pun akan lebih terbela dengan keberadaan orang pilihan Allah ini di tengah-tengah kita.
12. Diberi keupayaan menghapuskan khurafat-khurafat dan bidaah yang sedang berleluasa. Ini sesuai dengan firman-Nya yang bermaksud,
“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah supaya agama (Islam yang satu) itu hanyalah untuk Allah semata-mata…”(Al-Anfal : 39)
13. Diberi keupayaan menghapuskan sistem-sistem yang tidak Islamik dan menggantikannya dengan kaedah Islam tulen, separti firman-Nya yang bermaksud,
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan oleh-Nya atas segala agama yang lain keseluruhannya, walaupun orang-orang musyrik itu
tidak menyukai.” (At-Taubah : 33)
14. Diberi keupayaan membawa keadilan yang merata, yang sesuai dengan tuntutan syarak. Adil yang dimaksudkan adalah adil menurut Al-Quran, bukannya adil menurut kaca mata Barat.Keadilan yang hakiki tidak akan mampu ditegakkan melainkan oleh seorang pemimpin yang ditunjuk dan didatangkan khusus oleh Allah untuk manusia. Hal ini barang kali agak jelas dan mudah, menurut kefahaman masing-masing. Oleh itu, tidak perlulah diperpanjangkan lagi di sini.
15. Pemimpin sejati adalah orang yang ditaat zahir dan batin. Pada hari ini, ramai pemimpin yang sudah tidak dihormati lagi oleh rakyatnya. Malah orang bawahannya juga sudah tidak tahu lagi
menghormati pemimpin mereka. Hal ini sebenarnya adalah disebabkan pengaruh sistem Yahudi yang menyusup masuk ke dalam budaya dan hati kita secara yang amat halus sehingga tidak kita sedari. Memang orang-orang Yahudi tidak pernah mau menghormati sesiapa pun. Usahkan orang yang bertaraf pemimpin atau raja di kalangan mereka, malah orang yang bertaraf rasul pun tidak pernah mereka hormati. Lihatlah bagaimana Al-Quran merakamkan cara mereka memanggil nabi mereka. Disebutkan di dalam beberapa banyak ayat Al-Quran, mereka memanggil Nabi Musa AS itu dengan sebutan, “Wahai Musa!…” saja. Tidak ada disebutkan mereka memanggilnya dengan Alaihissalam atau Rasulullah.
Begitulah biadabnya mereka terhadap rasul-rasul mereka sendiri.Pemimpin yang sejati ditaati perintahnya zahir dan batin. Beliau mestilah berusaha membina peribadinya dahulu dengan ajaran-ajaran Islam, kemudian membina keluarganya dengan persekitaran Islam, kemudian barulah beliau mendirikan sebuah jemaah untuk memulakan kepemimpinannya ke tahap yang lebih luas. Ahli-ahli jemaah ini sentiasa taat kepada beliau karena meyakini kepemimpinan beliau. Itulah bentuk kepemimpinan yang dikehendaki separti dalam sabda Nabi SAW yang maksudnya,
“Tiada Islam melainkan dengan jemaah, tiada jemaah melainkan dengan kepemimpinan dan tiada kepemimpinan melainkan dengan ketaatan.”
Begitu juga sabda Nabi SAW yang menyebutkan, maksudnya,“Sesiapa yang mentaatiku maka berarti dia telah mentaati Allah dan sesiapa yang menderhakaiku maka berarti dia telah menderhakai Allah. Sesiapa yang mentaati Amirku maka berarti dia mentaatiku dan sesiapa yang menderhakai Amirku maka berarti dia telah menderhakaiku.”
Untuk mendapatkan pengesahan seseorang itu sebagai pemimpin umat, perlu berlaku baiat antara si pemimpin dengan si rakyat yang dipimpin. Orang yang tidak berbaiat kepada pemimpin, mendapat dosa yang besar dan dianggap penderhaka, sehinggalah dia membaiat pemimpin berkenaan. Ini telah digambarkan oleh baginda SAW dalam haditsnya yang bermaksud,
“Sesiapa yang mati sedangkan pada lehernya tiada tanggungan baiat, maka matinya adalah mati dalam keadaan jahiliyah.” (HRMuslim)
Selain itu, sesebuah jemaah atau parti yang memperjuangkan kebenaran seharusnya mampu melakukan yang berikut, sebagai tanda merekalah golongan yang dimaksudkan oleh hadits-hadits dan
patut disokong sepenuhnya.
1. Ahli yang memasukinya mampu melakukan perubahan hati. Perubahan ini berbentuk membersihkan hati mereka daripada dosa dan titik-titik hitam. Jemaah menggalakkan mereka banyak-banyak bertaubat.
2. Ahli-ahlinya mampu menyelaraskan pemahaman terhadap hampir seluruh aspek perjuangan.Hal ini hanya mampu dilakukan oleh sebuah jemaah saja dalam setiap seratus tahun atau pemimpinnya itu seorang yang bertaraf mujaddid atau sekurang-kurangnya bertaraf imam mujtahid mutlak.
3. Ahli-ahlinya mampu melakukan perubahan fizikal. Pakaian mereka semakin kemas menurut syarak dan sentiasa dipatuhi sepanjang masa, walau di mana saja mereka berada, bukan saja masa di hadapan para pengikut mereka.
4. Ahli-ahlinya mampu mempartingkatkan iman dari masa ke masa. Jika ini dapat dilakukan, itulah juga tandanya jemaah itu adalah jemaah kebenaran.
5. Ahli-ahlinya mampu memperkemaskan ibadat-ibadat wajib dan istiqamah dengan ibadat yang sunat-sunat. Salah satu tanda orang yang dikasihi oleh Allah SWT ialah mereka sentiasa
memperkemaskah ibadat yang wajib dan istiqamah dengan ibadat yang sunat-sunat. Hanya jemaah kebenaran saja yang mampu menitikberatkan ibadat sunat ini di kalangan ahlinya. Jika selain jemaah kebenaran, pengikut imam mujtahid mutlak juga boleh berbuat demikian. Yang selain dari itu, semuanya pasti gagal.
6. Ahli-ahlinya mampu memimpin zaman karena pemimpin mereka bertaraf Sahibul Zaman,bukannya dipimpin oleh zaman. Kepemimpinan mereka mendahului zamannya dan tidak terkejar oleh jemaah lain, sekurang-kurangnya dalam tempoh masa yang terdekat. Kaedah perjuangan mereka tepat menurut keperluan zaman.
7. Ahli-ahlinya tidak menggunakan kaedah masa, baik dalam bidang politik, ekonomi,pendidikan, keilmuan dan sebagainya. Kaedah mereka adalah kaedah lama, kaedah yang sudah tidak diketahui lagi oleh kalangan ilmuwan, walau yang paling cerdik sekalipun.
8. Mengajak ahli-ahlinya menghisab dosa-dosa dan kesalahan sendiri, tidak memperkatakan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan orang lain. Lidah mereka bersih daripada menipu,mengata-ngata orang, memfitnah, membuka aib/kesalahan orang lain atau memperkatakan dosa orang lain.
9. Ahli-ahlinya menganggap tugas kepemimpinan adalah suatu tanggungjawab yang amat berat untuk dipikul dan akan dihisab dengan teliti di akhirat kelak. Karena itu, setiap tugas yang diamanahkan kepada mereka akan dijalankan dengan penuh tanggungjawab walaupun tiada yang mengawasi pekerjaannya.
10. Ahli-ahlinya tidak meminta sebarang jawatan untuk memimpin dan tidak berhasrat untuk meminta jawatan. Hal ini amatlah sukar karena lazimnya setiap parti politik akan meminta orang ramai menyokongnya untuk mendapatkan jawatan dalam sesebuah parti dan seterusnya dalam pentadbiran negara.
11. Ahli-ahlinya diajak sentiasa mengingati Allah SWT dalam setiap masa dan ketika. Hanya dengan hati yang sentiasa mengingati Allah sajalah pertolongan-Nya akan tiba dan perjuangan mereka sentiasa dibantu.
12. Ahli-ahlinya diajak sangat-sangat mencintai Allah SWT dan merindui Rasulullah SAW sepenuh hati.13. Jemaahnya mampu membangunkan menurut sunnah sehingga mereka mampu berdikari
tanpa bantuan dan sokongan mana-mana pihak.
14. Ahli-ahlinya tidak terjejas oleh sebarang perubahan duniawi yang merosak dan melalaikan.Jemaah-jemaah lain tidak akan mampu menjaga ahli-ahlinya daripada terikut-ikut dengan
pengaruh masa yang merosakkan.
15. Ahli-ahlinya tidak dibiarkan begitu saja karena setiap ahlinya adalah ahli-ahli yang terpimpin dan sentiasa dipimpin. Itulah sikap pemimpin yang benar-benar bertanggungjawab. Kebajikan mereka sentiasa diisi.
16. Keluarga ahli mereka juga diperhatikan dan turut diasuh dengan keperluan yang sesuai dengan kehendak jemaah. Keluarga ahli mendapat kefahaman yang sama dengan kefahaman pemimpin.
17. Setiap ahli yakin dengan perjuangan mereka dan yakin mereka akan mendapat bantuan daripada Allah SWT. Karena itu mereka sentiasa memperbaiki diri dan mengikis dosa-dosa dengan harapan doa mereka tidak lagi terhijab akibat dosa-dosa berkenaan.
18. Mereka ditakuti oleh kawan dan lawan. Musuh amat gerun terhadap mereka. Yang sealiran dengan mereka amat sayang dengan mereka ini dan sentiasa bergantung harap kepada mereka.
19. Mampu membawa perubahan yang besar kepada corak dan aliran politik masa dengan hanya sepatah kata, atau dengan satu ungkapan yang pendek saja. Betapalah besar perubahan yang akan mampu dibawanya jika mereka dibenarkan bercakap dengan panjang lebar.
Jika ciri-ciri di atas ada pada sesebuah jemaah atau parti, jangan tangguh-tangguh lagi. Itulah dia jemaah atau parti yang memperjuangkan kebenaran separti yang telah dijanjikan akan muncul pada akhir zaman. Beramai-ramailah kita mengikutinya dengan hati yang ikhlas dan keyakinan yang penuh. Semoga kita akan mendapat salah satu tempat sebagai salah seorang yang berbahagia di dunia ini dan lebih-lebih lagi bahagianya di akhirat kelak.

KENAPA ISRAIL DILINDUNGI BARAT?


Israel – satu negara yang dipertikaikan taraf kewujudannya.
Israel – satu negara yang tidak pernah berhenti mengancam dan terancam.
Israel – suatu negara yang tidak pernah menghormati pandangan & pendapat dunia

Israel – satu negara yang menjadi punca kepada banyak pertikaian dan persengketaan yang
telah dan sedang berlaku di dunia ini.


Namun seluruh dunia bersetuju bahawa Israel adalah satu-satunya negara yang paling bertuah di dunia ini. Ia berterusan menjadi kesayangan dan sentiasa dilindungi oleh Barat terutama Britain pada satu masa dahulu dan Amerika buat masa ini. Walau apa yang dilakukan olehnya, sokongan yang diberi tidak pernah luntur. Walau bagaimana kejam pun tindakannya terhadap penduduk pribumi Palestin, perlindungan yang dinikmatinya semakin dikukuhkan.


Tidak ada mana-mana negara lain didunia ini yang boleh menandingi kedudukan istimewa Israel ini di mata Barat. Banyak dari faedah dan keistimewaan yang diberi ini melebihi dari faedah dan keistimewaan yang dinikmati oleh rakyat negara penyumbang itu sendiri. Semua keistimewaan ini telah berlanjutan dari hari penubuhannya pada bulan Mei 1948 dan berterusan hingga ke hari ini.


Walau dikutuk dunia terutama dari dunia Islam kerana kekejamannya terutama terhadap rakyat Palestin, suatu yang pasti, Israel telah dan akan kekal bermaharajalela di pentas dunia kerana perlindungan yang terus menerus di beri oleh negara-negara pelindungnya.

Israel terus menikmati begitu banyak faedah dan keistimewaan-keistimewaan lain. Mari
kita lihat sebahagian darinya:


Penubuhannya


Penubuhan negara ini telah dirintis apabila parlimen Britain mengeluarkan Peristiharan
Balfour pada tahun 1917. Melalui peristiharan ini, parlimen British telah membenarkan

orang Yahudi dari mana-mana pelusuk dunia untuk masuk dan menetap di Palestin. Maka masuklah mereka secara berbondong-bondong ke Palestin yang pada masa itu berada dibawah mandat (penjajahan) British tanpa sekatan, seolah-olah Palestin itu suatu negara tanpa pemilik.


Melalui percaturan pihak Barat, PBB kemudianya telah menubuhkan UNSCOP (United Nation Special Committee on Palestine) yang kemudianya mengusulkan supaya negara Palestin di pecah dua – 45% untuk penduduk asal manakala 55% pula untuk pendatang Yahudi melalui Resolusi 181.

Resolusi PBB ini telah diterima dan akhirnya Israel telah diistiharkan penubuhannya secara
rasmi pada 14hb Mei 1948 oleh Perdana Menteri pertamanya David Ben Gurion.


Bantuan Kewangan


Polisi Amerika Syarikat semenjak 1948 menggariskan bahawa jumlah bantuan ekonomi kepada Israel mesti menyamai atau melebihi jumlah bayaran balik hutang Israel kepadanya. Berbanding negara-negara lain yang menerima bantuan secara ansuran, bantuan kepada Israel sejak 1982 adalah secara penuh pada setiap permulaan tahun kewangan yang menyebabkan kerajaan AS perlu meminjam dari pendapatan masa depannya.


Semenjak 1949, bantuan AS kepada Israel telah berjumlah US$83.205 billion. Jumlah bayaran faedah yang terpaksa ditanggung oleh pembayar-pembayar cukai di AS bagi pihak Israel pula adalah berjumlah US$49.937 billion. Ini menjadikan jumlah keseluruhan bantuan yang diberi kepada Israel sejak 1949 berjumlah US$133.132 billion.

Ini juga bermakna kerajaan AS telah memberi bantuan tahunan kepada rakyat Israel
melebihi jumlah bantuan kepada rakyat negaranya sendiri.


Dua Taraf Kerakyatan


Hanya rakyat Amerika Syarikat dari keturunan Yahudi yang dibenarkan memiliki dua taraf kerakyatan yakni kerakyatan Amerika dan kerakyatan Israel. Disamping itu, mereka juga dibenarkan untuk memegang jawatan penting kerajaan di Israel dan juga di Amerika Syarikat.

Tiada satu pun negara lain yang memiliki keistimewaan ini!


Perlindungan dari Resolusi PBB


Dari 1967 hingga 1989, Majlis Keselamatan PBB telah meluluskan 131 resolusi yang berkait terus dengan konflik Arab-Israel. Dari 131 resolusi ini, 43 resolusi boleh dianggap sebagai berkecuali manakala baki 88 resolusi adalah mengutuk dan menentang tindakan Israel atau yang boleh dianggap sebagai bertentangan dengan kepentingannya.


Dalam masa yang sama pula, dalam Perhimpunan Agung PBB, 429 resolusi terhadap Israel telah diluluskan dan Israel telah dikutuk sebanyak 321 kali. Amerika Syarikat pula telah menggunakan kuasa vetonya bagi menghalang resolusi berkaitan Israel ini dari sampai kepada Majlis Keselamatan PBB sebanyak 42 kali sejak 1970. Mana-mana resulusi yang diluluskan pun tidak pernah mempunyai sebarang mekanisma penguatkuasaan oleh PBB dan biasanya dianggap tidak mempunyai nilai untuk diambil tindakan di bawah undang- undang antarabangsa.


Membangunkan Kuasa Nuklear


Isreal sehingga kini dilaporkan telah memiliki sehingga 200 buah peledak nuklear. Bagaimana sebuah negara yang baru muncul dan hidup atas ehsan negara lain mampu melakukannya. Sudah pasti ia tidak akan dapat membangunkan program senjata nuklear ini bersendirian tanpa bantuan negara lain. Kini, ianya bukan rahsia lagi. Selepas Krisis Suez pada tahun 1956, Perancis dilaporkan telah bersetuju untuk membantu Israel membangunkan reaktor nuklearnya.


Walau bagaimana pun, bantuan terbesar datangnya dari Britain. Dari dokumenn-dokumen rahsia yang terbongkar, Britain dilaporkan telah membuat beratus-ratus penghantaran barangan terlarang melalui laut dari tahun 1950an hingga 1960an. Walau pun dinafikan oleh Menteri Luarnya Kim Howells, Britain pada bulan Mac 2006 akhirnya mengaku bahawa barangan-barangan terlarang tersebut memang dihantar ke Israel dengan menggunakan khidmat syarikat milik Norway.Itu hanyalah sebahagian dari perlindungan dan keistimewaan yang diberikan oleh Barat kepada Israel sejak sekian lama.


Persoalannya, kenapakah Israel:

-begitu istimewa dimata Barat sehingga mereka menutup mata atas segala

kekejamannya?


-terus diberi bantuan kewangan yang besar walau pun membangkitkan rasa

tidak puas hati di dalam negara kerana ianya melebihi bantuan terhadap
rakyat negara penyumbang itu sendiri?


-terus-menerus disokong walau pun akhirnya negara penyokong dibenci dan

dimusuhi oleh negara atau kumpulan penentang Israel?

-terus dilindungi walau pun menyusahkan dan membahayakan negara

pelindung itu sendiri?


Namun Israel terus menerus dibantu dan dilindungi. Pastinya ada sesuatu sebab besar yang

telah memungkinkan semua ini berlaku! Bersatu Menzalimi Umat Islam


Mari bersama kita renungi kembali peringatan yang jelas dari Allah SWT melalui ayat 120,

Surah Al-Baqarah,


Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (Wahai Muhammad) sehingga Engkau menurut ugama mereka (yang telah terpesong itu).


Melalui maksud ayat ini, kita dapat kaitkan secara langsung dengan apa yang sedang berlaku di Palestin. Ianya menjadi contoh nyata bagaimana golongan Yahudi (Israel) telah bersekongkol dengan golongan Nasrani (Amerika dan Barat) bagi menindas dan menzalimi golongan Islam (Palestin).


Agak menghairankan, bagaimanakah golongan Nasrani (Kristian) dan Yahudi ini boleh bersatu sedangkan mereka saling bermusuhan dan salah menyalahi antara satu sama lain? Sebahagian golongan Kristian marah dan memusuhi Yahudi kerana dikatakan menjadi dalang sehingga “tertangkap” dan “tersalibnya” Nabi Isa AS (Jesus Christ) oleh pemerintah Rom. Sementara itu, permusuhan antara golongan Yahudi dan Kristian telah bermula dari saat penolakkan Yahudi terhadap Jesus Christ. Disamping itu Yahudi juga tidak akan lupa 2000 tahun sejarah penindasan dan kezaliman golongan Kristian terhadap mereka termasuk kemuncaknya dengan peristiwa holocaust oleh Hitler.

Namun mereka terus bersatu menindas umat Islam Palestin. Pastinya ada sesuatu sebab
besar yang telah dapat menyatukan mereka!


Zionis Kristian


Untuk memahami kenapa Israel begitu istimewa dimata Barat dan bagaimana kerjasama besar antara Kristian dan Yahudi ini boleh terjalin, kita perlu melihat kepada satu golongan atau kumpulan yang jarang diperkatakan tetapi ujud dan mempunyai peranan yang sangat besar dalam memastikan keselamatan dan kelangsungan negara haram Israel terus dipertahankan walau berapa tinggi harganya. Kumpulan yang dinamakan Zionis Kristian.

Gerakan atau fahaman Zionis biasanya dikaitkan dengan Yahudi. Namun dikalangan penganut Kristian, ujud satu fahaman yang sebenarnya bertitik-tolak dari ajaran Bible yang menyokong gerakan untuk orang Yahudi kembali ke ’tanah yang telah dijanjikan” (the Promised Land) yakni Palestin. Kumpulan yang menganut fahaman inilah yang dinamakan

sebagai Zionis Kristian.


Sokongan Zionis Kristian terhadap Yahudi ini bukan atas dasar kasih sayang atau simpati mereka, tetapi berdasarkan agenda dan kepentingan diri yang lebih besar. Sokongan kepada usaha golongan Yahudi untuk masuk dan menguasai Palestin serta terus kekal disana adalah sebagai syarat wajib untuk kumpulan ini masuk syurga!

Armageddon dan Rapture


Zionis Kristian adalah gerakan yang berpusat di Amerika yang mempercayai bahawa negara Israel adalah pemangkin untuk berlakunya apa yang mereka tunggu dan harap-harapkan - kedatangan semula Jesus. Apabila ini berlaku, semua penganut Kristian yang setia, akan diangkat ke langit bersama Jesus untuk bertemu Tuhan dan kemudian memasuki syurga tanpa perlu mati terlebih dahulu (Rapture).


Menurut kepercayaan kumpulan ini, dimasa itu juga akan berlaku pertempuran terakhir antara kebaikan dan kejahatan (Armageddon). Menurut perkiraaan mereka, antara yang perlu dikorbankan adalah seluruh kaum Yahudi melainkan seramai 144,000 yang bertukar ke agama Kristian! Walau bagaimana pun, sebelum ini berlaku, beberapa syarat perlu dipenuhi terlebih dahulu: Yahudi mesti pulang dan menguasai Palestin seluruhnya, menawan dan menyatukan Jurusalem sebagai pusat pentadbirannya serta membina semula kuil (Temple of Solomon) di atas tapak Masjid Al-Aqsa.


Kerjasama Erat Walau Berlainan Matlamat


Sudah jelas kepada kita kenapa Israel perlu dilindungi dan pertahankan dengan apa cara dan dengan berapa harga sekalipun oleh Barat. Jika Israel dihapuskan dari dunia, sebelum berlakunya peristiwa Rapture, maka musnahlah harapan golongan Kristian ini untuk masuk

syurga tanpa melalui pintu kematian. Oleh itu Amerika mesti berterusan membantu negara
Israel untuk memastikan kaum Yahudi terus hidup sehingga berlakunya Rapture.


Tetapi bagaimanakah pula Israel berasa sangat selesa serta mengalu-alukan semua bantuan yang dihulurkan walau pun mereka maklum bahawa tujuan mereka dibantu dan dikumpulkan di Palestin adalah untuk kemudiannya disembeleh oleh golongan Kristian ini? Mengapa mereka sanggup bekerjasama kearah kemusnahan mereka sendiri?


Bagi Israel, sebenarnya kerjasama ini adalah satu gagasan yang sangat bijak. Oleh kerana sebahagian besar Yahudi tidak pernah percaya bahaya Jesus akan kembali, mereka merasakan bahawa kerjasama ini tiada kekurangannya. Mereka mendapatkan sokongan untuk Israel dan mereka tidak akan disembeleh akhirnya kerana mereka tidak pernah hirau atau percaya kepada ramalan itu.


Penutup


Golongan Zionis Kristian mendapat semangat baru apabila salah satu keperluan dalam membuktikan kepercayaan mereka muncul apabila terbentuknya negara haram Israel pada tahun 1948. Sehingga kini dianggarkan lebih 20 juta rakyat Amerika menganut fahaman ini.

Apa yang menjadikan fahaman ini merbahaya kepada seluruh dunia adalah kerana selain dari orang awam, ia turut dianuti oleh kalangan pentadbiran di Rumah Putih. Maka apa sahaja kekejaman yang telah, sedang dan yang akan diperlakukan oleh Israel adalah sah kerana ia dianggap menurut perancangan tuhan untuk membawa mereka semua ke syurga nanti. Paul Wolfowidtz, Dick Cheney serta Condolisa Rice adalah antara penganutnya.


Maka bolehkah umat Islam terus mengharapkan pembebasan Palestin dan Masjid Al-Aqsa melalui meja perundingan yang diatur dan dicatur oleh kalangan Kristian Zionist dengan kerjasama talibarut-talibarutnya?